Kamis, 09 Oktober 2014

KODE ASCII

Kode Standar Amerika untuk Pertukaran Informasi atau ASCII (American Standard Code for Information Interchange) merupakan suatu standar internasional dalam kode huruf dan simbol seperti Hex dan Unicode tetapi ASCII lebih bersifat universal, contohnya 124 adalah untuk karakter "|". Ia selalu digunakan oleh komputer dan alat komunikasi lain untuk menunjukkan teks. Kode ASCII sebenarnya memiliki komposisi bilangan biner sebanyak 7 bit. Namun, ASCII disimpan sebagai sandi 8 bit dengan menambakan satu angka 0 sebagai bit significant paling tinggi. Bit tambahan ini sering digunakan untuk uji prioritas. Karakter control pada ASCII dibedakan menjadi 5 kelompok sesuai dengan penggunaan yaitu berturut-turut meliputi logical communication, Device control, Information separator, Code extention, dan physical communication. Code ASCII ini banyak dijumpai pada papan ketik (keyboard) computer atau instrument-instrument digital.
Jumlah kode ASCII adalah 255 kode. Kode ASCII 0..127 merupakan kode ASCII untuk manipulasi teks; sedangkan kode ASCII 128..255 merupakan kode ASCII untuk manipulasi grafik. Kode ASCII sendiri dapat dikelompokkan lagi kedalam beberapa bagian:
  • Kode yang tidak terlihat simbolnya seperti Kode 10(Line Feed), 13(Carriage Return), 8(Tab), 32(Space)
  • Kode yang terlihat simbolnya seperti abjad (A..Z), numerik (0..9), karakter khusus (~!@#$%^&*()_+?:”{})
  • Kode yang tidak ada di keyboard namun dapat ditampilkan. Kode ini umumnya untuk kode-kode grafik.
Dalam pengkodean kode ASCII memanfaatkan 8 bit. Pada saat ini kode ASCII telah tergantikan oleh kode UNICODE (Universal Code). UNICODE dalam pengkodeannya memanfaatkan 16 bit sehingga memungkinkan untuk menyimpan kode-kode lainnya seperti kode bahasa Jepang, Cina, Thailand dan sebagainya.
Pada papan keyboard, aktifkan numlock, tekan tombol ALT secara bersamaan dengan kode karakter maka akan dihasilkan karakter tertentu. Misalnya: ALT + 44 maka akan muncul karakter koma (,). Mengetahui kode-kode ASCII sangat bermanfaat misalnya untuk membuat karakter-karakter tertentu yang tidak ada di keyboard.

Rabu, 01 Oktober 2014

BCD ( Binary Code Decimal ) dan Operasi Pengurangan Bilangan Biner

BCD merupakan singkatan dari Binary Code Decimal
Hal –hal mengenai BCD
o   Mengkodekan nilai desimal dalam bentuk biner

o   Nilai desimal dikodekan dalam 4 bit
o   Nilai biner matesimal sama dengan nilai mates pada desimal


Contoh :256BCD→Biner?

2=00105=01016=0110

Contoh mengubah biner 0110  1000  0011 1001BCD ke sistem desimal0110  1000  0011  1001= 6 8 3 9a.729= 0111  0010  1001b.347= 0011  0100  0111c.187= 0001  1000  0111d.995= 1001  1001  0101e.241= 0010  0100  0001

Misalkan bilangan yang ingin dikonversi adalah 17010.dapat dilihat bahwa bilangan biner dari :110—-> 00012710—-> 01112010—-> 00002

Tetapi, berhubung hasil yang diinginkan adalah bilangan BCD, maka basis bilangannya tinggal ditulis sebagai berikut :110—-> 0001BCD710—-> 0111BCD010—-> 0000BCD

maka, nilai BCD dari 17010 adalah 0001 0111 0000BCD.Harap diperhatikan bahwa setiap simbol dari bilangan desimal dikonversi menjadi 4 bit bilangan BCD.Contoh lain, misalkan bilangan yang ingin dikonversi adalah 30910.310—–> 0011BCD010—–> 0000BCD910 —–> 1001BCDmaka, nilai BCD dari 30910 adalah 0011 0000 1001BCD

Operasi aritmatikaseperti penjumlahan pada bilangan desimal adalah biasa bagi kita, tetapi bagaimana dengan operasi penjumlahan pada bilangan biner? Pada bilangan biner yang hanya terdiri dari dua sistem bilangan (‘0’ dan ‘1’), tentu-nya operasi penjumlahan terhadap bilangan biner akan lebih sederhana, contoh:

0 + 0 = 00 + 1 = 11 + 0 = 11 + 1 = 101 + 1 + 1 = 11

Sama hal-nya seperti pada operasi aritmatika penjumlahan pada bilangan desimal dimana bila ada hasil penjumlahan yang hasilnya dua digit, maka angka paling sebelah kiri akan dijumlahkan pada bilangan berikutnya atau dikenal dengan istilah ‘Disimpan’. Sebagai contoh perhatikan penjumlahan bilangan biner berikut ini.

              11  1   ←  (disimpan)  →   1010101         1001001              001101100010         0011001              100001------(+)        -------(+)              ------(+)110111         1100010              101110

Operasi Pengurangan Bilangan BinerOperasi aritmatika pengurangan pada bilangan biner juga sama seperti operasi pengurangan pada bilangan desimal, sebagai contoh perhatikan operasi dasar pengurangan bilangan biner berikut ini.

0 – 0 = 0 1 – 0 = 1 0 – 1 = 1 → bit ‘0’ meminjam 1 dari bit di sebelah kiri-nya 1 – 1 = 0
 Untuk menyatakan suatu bilangan negatif agar perhitungan logikanya tetap dapat dilakukan, ada dua cara, yaitu :
1.     Tanda -Modulus (Sign Modulus Notation)
Tanda Modulus merupakan satu digit yang diletakkan dibagian paling kiri dari suatu bilangan (MSD).
Untuk bilangan biner dipakai digit 1 sebagai tanda bilangan negatif , dan digit 0 sebagai tanda bilangan positif.
Contoh : -1 0 1 2 = (1) 1 0 1 2 + 1 0 1 2 = (0) 1 0 1 2
Tanda Modulus merupakan satu digit yang diletakkan dibagian paling kiri dari suatu bilangan (MSD).Untuk bilangan biner dipakai digit 1 sebagai tanda bilangan negatif , dan digit 0 sebagai tanda bilangan positif.Contoh : -1 0 1 2 = (1) 1 0 1 2 + 1 0 1 2 = (0) 1 0 1 2Tanda Modulus merupakan satu digit yang diletakkan dibagian paling kiri dari suatu bilangan (MSD).Untuk bilangan biner dipakai digit 1 sebagai tanda bilangan negatif , dan digit 0 sebagai tanda bilangan positif.Contoh : -1 0 1 2 = (1) 1 0 1 2 + 1 0 1 2 = (0) 1 0 1 2Tanda Modulus merupakan satu digit yang diletakkan dibagian paling kiri dari suatu bilangan (MSD).Untuk bilangan biner dipakai digit 1 sebagai tanda bilangan negatif , dan digit 0 sebagai tanda bilangan positif.Contoh : -1 0 1 2 = (1) 1 0 1 2 + 1 0 1 2 = (0) 1 0 1 22.     Cara Kerja dengan Bentuk Komplemennya
Pada bilangan biner dikenal dua bentuk komplemen, yaitu : komplemen -2 dan komplemen -1. Dengan mengganti bilangan negatif menjadi bentuk komplemennya, suatu pengurangan dapat dilakukan dengan cara penjumlahan
Pada bilangan biner dikenal dua bentuk komplemen, yaitu : komplemen -2 dan komplemen -1. Dengan mengganti bilangan negatif menjadi bentuk komplemennya, suatu pengurangan dapat dilakukan dengan cara penjumlahanPada bilangan biner dikenal dua bentuk komplemen, yaitu : komplemen -2 dan komplemen -1. Dengan mengganti bilangan negatif menjadi bentuk komplemennya, suatu pengurangan dapat dilakukan dengan cara penjumlahanPada bilangan biner dikenal dua bentuk komplemen, yaitu : komplemen -2 dan komplemen -1. Dengan mengganti bilangan negatif menjadi bentuk komplemennya, suatu pengurangan dapat dilakukan dengan cara penjumlahanContoh pengurangan pada sistem bilangan binari dengan komplemen 1 adalah sebagai berikut :Komplemen 1 di sistem bilangan binari dilakukan dengan mengurangkan setiap bit (digit) dari nilai 1, atau dengan mengubah setiap bit 0 menjadi 1 dan bit 1 menjadi 0. Dengan komplemen 1, hasil digit paling kiri dipindahkan untuk ditambahkan pada bit paling kanan.Sedangkan contoh pengurangan dengan komplemen 2 pada sistem bilangan binari adalah sebagai berikut :Komplemen 2 pada sistem bilangan binari adalah hasil dari komplemen 1 ditambah 1, misalnya komplemen 2 dari binari 10110 adalah 01010 (dari komplemen 1 yaitu 01001 ditambah 1). Dengan komplemen 2, hasil digit paling kiri dibuang (tidak digunakan).





Rabu, 10 September 2014

Sistem Analog dan Sistem Digital

 
Sistem Analog adalah suatu bentuk dari komunikasi elektronik yang merupakan proses pengiriman informasi pada gelombang elektromaknetik, dan bersifat variabel dan berkelanjutan atau disebut juga dengan sinyal analog. Contohnya sinyal gambar pada televisi, atau suara pada radio yang dikirimkan berkesinambungan. Analog merupakan proses pengiriman sinyal dalam bentuk gelombang. Misalnya ketika seseorang berkomunikasi dengan menggunakan telepon, maka suara yang dikirimkan melalui jaringan telepon tersebut dilewatkan melalui gelombang. Dan kemudian, ketika gelombang ini diterima, maka gelombang tersebutlah yang diterjemahkan kembali ke dalam bentuk suara, sehingga si penerima dapat mendengarkan apa yang disampaikan oleh pembicara lainnya dari komunikasi tersebut.


Contoh Sistem Analog:

1.      Remote TV


2.      Spedometer pada motor




3.      Pengukur tekanan
4.      Telepon


5.      Radio analog



CONTOH SISTEM ANALOG BIDANG TELEKOMUNIKASI

1. Computer Analog


Pengertian computer analog adalah computer yang digunakan untuk mengolah data kualitatif,karena computer ini digunakan untuk memproses data secara terus-menerus dan mengenal data sebagai besaran fisik yanga diukur secara terus-menerus .keluaran dari kmputer jenis ini adalah dalam bentuk dial dan grafik .contoh:besaran arus listrik.
Keuntungan computer analog adalah untuk memproses data dalam bentuk  besaran fisik akan langsung diproses tanpa harus dikonversikan terlebih dahulu.
Kerugian computer analog adalah computer ini kecepatannya sangat lambat.


Sistem Digital merupakan hasil teknologi yang mengubah sinyal menjadi kombinasi urutan bilangan 0 dan 1 (disebut juga dengan biner) untuk proses informasi yang mudah, cepat dan akurat. Sinyal tersebut disebut sebuah bit.
Istilah digital adalah menunjuk kepada jari-jari kaki dan tangan, yang telah dipakai selama ribuan tahun untuk menghitung dan menggambarkan data-data numers. Teknologi digital pada dasarnya hanyalah siitem menghitung sangat cepat yang memproses semua bentuk informasi sebagai nilai-nilai numeris. Sebelum terjadi perkembangan dari digital modern, hampir semua sistem menghitung dan komunikasi adalah analog. Teknologi analog pada dasarnya hanyalah alat yang sederhana dengan program yang tertentu saja seperti contohnya komputer analog. Komputer-komputer analog pada dasarnya adalah alat ukur. Mereka tanggap didalam mengukur kondsi-kondisi yang terus berubah. Komputer analog biasa dipasang dalam mesin-mesin untuk memberikan sebuah informasi dan kendali otomatis.
Namun meski sangat berguna, semua komputer analog buatan manusia memiliki kelemahan besar yaitu mereka tidak dapat mengukur cukup teliti. Masalahnya terletak pada kemampuan mereka untuk secara konsisten terus menerus merekam perubahan yang terus menerus terjadi. Pada setiap pengukuran, selalu terdapat peluang untuk keragu-raguan.
Berbeda dengan komputer analog, komputer digital mampu melakukan pengukuran yang jauh lebih tepat karena komputer tersebut tidak melakukan keragu-raguan serta cukup teliti dan cepat.
Apabila kita membandingkan kedua pendekatan ini dengan mempergunakan analogi seember air. Untuk mensimulasikan sistem digital, kita akan sepakat untuk menetapkan bahwa sebuah ember kosong merepresentasikan digit 1. Oleh karena itu, kita dapat menyimpan suatu nilai numerik dengan menggunakan notasi biner dalam bentuk sebaris ember. Sebaliknya kita dapat mensimulasikan sistem analog dengan jalan mengisi setengah penuh sebuah ember sehingga air mencapai level ketinggian yang sesuai dengan nomor numerik yang direpresentasikannya. Pada pandangan pertama, sistem analog akan terlihat lebih akurat karena tidak akan dipengaruhi oleh berbagai kesalahan (seperti misalnya pemotongan nilai) yang menjadi sifat alamiah sistem digital. Akan tetapi sedikit guncangan saja pada ember dalam sistem analog dapat menyebabkan kesalahan pembacaan level ketinggian air, sedangkan pada sistem digital air yang berada dalam sebuah ember harus terlebih dahulu tumpah keluar dalam jumlah yang signifikan sebelum perbedaan antara ember penuh dan ember kosong menjadi rancu.
Dengan demikian, sistem digital bersifat kurang rentan terhadap kesalahan apabila dibandingkan dengan sistem analog. Kekebalan semacam inilah yang menjadi alasan utama mengapa banyak aplikasi yang awalnya berbasiskan kepada teknologi analog (seperti misalnya komunikasi telepon, rekaman audio, dan televisi) kini beralih ke teknologi digital.


Contoh Sistem Digital:
1.      Jam digital

2.      Kamera digital

3.      Penunjuk suhu digital



4.      Kalkulator digital



5.      Computer


6.      HP

7.      Radio digital


CONTOH SISTEM DIGITAL BIDANG TELEKOMUNIKASI

1. Pengiraan (Computing) 
Dua mesin pengiraan utama adalah komputer digital dan kalkulator. Secara ringkasnya,kalkulator menerima data dan arahan (instructions) dalam bentuk nombor. Untukmemudahkan pertukaran nombor kepada isyarat yang difahami oleh litar elektronik,maka sistem nombor yang digunakan adalah deretan biner (0 dan 1).Pada komputer, data berupa teks,suara,gambar,daan lainnya disimpan dalam deretan 0 dan 1 (biner).Pada sistem digital 0 dan 1 itu merupakan bahasa yang digunakan untuk mempermudah dalam betukar informasi antara si pemberi dan penerima informasi.
2. Komunikasi

gfd

Dalam bidang komunikasi, contoh penggunaan sistem digital seperti Litar elektronik dalam mesin faksimile, sistem radar dan antena,serta penggunaan satelit di angkasa lepas.
Kawalan Automasi
Dalam bidamg automasi,contoh penggunaan sistem digital seperti mesin dan robot dalam pembuatan sesuatu produk dan lif.
Contoh lain pengguaan sistem digital, seperti :
Aplikasi Handphone > kompilasi beberapa unit yang digunakan untuk mengirim dan menerima sms.
Aplikasi LCD
Aplikasi camera


Referensi :
https://www.google.co.id/
Pengertian Sistem Digital Dan Sistem Analog
Sistem Analog dan Sistem Digital | Arifzakariya's Blog
teknologi komunikasi: Perbedaan Sistem Analog dan Digital